RENUNGAN JUPITER

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam, di atas batu yang hitam, di malam yang amat kelam.

Semoga Aku Bisa

Posted by jupiter pada Agustus 3, 2008

Coretan di Hari Istimewa
(Semoga Aku Bisa)

Satu… Dua… Tiga! Inilah hari teristimewaku, hari dimana aku telah berubah wujud dari segumpal daging menjadi sesosok makhluk mungil yang menghadirkan kebahagiaan di hati kedua orang tuaku. Jerit tangisku disambut dengan senyum dan tangis haru mereka. Meski kehadiranku yang nomor empat ini bukan merupakan yang teristimewa bagi mereka, namun perhatian kedua orang terkasihku ini masih dan akan selalu melekat di dalam ingatan dan menjadi satu pondasi kasih yang sangat kuat yang akan selalu tertanam di dalam sanubariku.

Enam tahun sudah kulewati angka tiga puluh yang bagi kebanyakan wanita merupakan angka yang sangat enggan untuk di lewati. Kelucuan masa balita, kebandelan masa remaja serta kegalauan menjelang dewasa akan segera digantikan dengan kesibukanku dalam menyiapkan segala sesuatu yang kelak bisa aku andalkan untuk menjamin hari-hari tenang di masa tuaku.

Kupejamkan mata, kubebaskan pikiran demi menelaah kembali segala langkah yang telah aku tapaki. Begitu banyak kisah yang mampir dalam perjalanan hidupku, kisah manis dan getir datang dan pergi silih berganti. Begitu sesak dada ini menahan beban yang tak kuijinkan untuk keluar, sementara senyum di bibir harus selalu kutebar demi menghadirkan aura kebahagiaan di hati orang-orang sekitar.

Begitu penat pikiranku menyimpan segala impian dan harapan berbeda yang selalu kutekan karena keadaan yang tidak memungkinkan. Begitu berat kepalaku melawan segala sisi negatif yang selalu merongrong dan menarikku ke dasar lembah berkabut, demi menggapai sebentuk kebahagiaan yang justru semakin terasa samar.

Namun begitu, biarlah segala kisah ini tetap aku simpan sendiri. Biarlah rasa sesak dan penat ini tetap terpenjara dalam satu ruang gelap di sudut hatiku. Kali ini aku tidak boleh menyerah lagi, aku harus kuat dalam mendekap segala rahasia hatiku ini. Walaupun waktu terasa berjalan sangat lamban, tapi aku yakin segala rasa gundah yang menjadi akibat dari segara perasaan berbedaku ini hanya untuk sementara.

Yup! Biarpun kesepian yang aku anggap sementara ini akan berubah menjadi “sementahun” (selamanya). Ini merupakan salah satu bagian dari fase perubahanku menuju pribadi yang lebih baik. Aku tidak boleh menyerah, rasa damai itu harus segera aku raih dengan ataupun tanpa uluran sosok lain.

Kisah sedih dan bahagia yang selalu menyapa perjalananku memiliki ikatan yang sangat kuat, masing-masing kisah mengandung makna tersendiri yang menggoreskan warna yang berbeda namun selalu berakhir sama yaitu berwujud pengalaman hidup yang kehadirannya selalu datang melalui perantara seorang guru yang sangat istimewa berwujud kekasih, teman, sahabat dan kerabat yang memberikan pelajaran tanpa mereka sadari.

Berkiblat dari deretan panjang kisah pengalamanku tersebut, mulai saat ini aku harus bisa menjadi diriku sendiri dan berani mengatakan “tidak” ketika hati kecilku berkata sama. Demi sebuah ketulusan, tak akan pernah lagi aku paksakan diri untuk melakukan apapun yang sebetulnya tidak aku inginkan.

Aku tahu! Sebagai bagian dari makhluk sosial, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa menapikkan kehadiran sosok lain dalam perjalanan hidupku. Namun apapun statusnya, porsi kehadiran mereka tentunya akan tetap sama yaitu hanya sebatas orang luar yang tak yang akan pernah mampu merubah pola pikirku menjadi damai selain diriku sendiri. Hidupku seutuhnya adalah milikku, demikian juga dengan hidup mereka yang selamanya tidak akan pernah bisa berubah menjadi milikku.

Kebodohanku yang selama ini tanpa sadar selalu berulang adalah karena selalu mencari sosok lain yang aku pikir sanggup mengalirkan aura kebahagiaan dalam melengkapi perjalananku menapaki hari-hari. Sama sekali tak pernah kuhiraukan benih kebahagiaan yang sesungguhnya tersimpan di dalam diriku sendiri.

Saat ini sepenuhnya aku telah sadar, segala pencarianku ini tidak akan pernah bisa menemukan titik akhir apabila aku selalu mengandalkan kehadiran sosok lain. Hanya aku yang bisa merubah segala apa yang ingin aku rubah. Keberadaan sosok selain diriku tak lebih hanya merupakan pelengkap serta pemanis kisah perjalananku.

Kutanamkan pengertian ini di dalam lubuk hatiku demi memupuk terus pemahamanku terhadap kepentingan orang lain yang tentunya berbeda dengan kepentinganku, kebutuhan hidup orang lain yang sudah pasti tidak sama dengan kebutuhan hidupku. Aku tidak boleh lagi menyandarkan impian serta harapan masa depanku kepada sosok pribadi yang tentunya sangat berbeda tersebut.

Beragam kisah percintaan, pertemanan, persahabatan dan persaudaraan yang mampir dalam perjalanan hidupku merupakan satu jembatan yang sangat rapuh dan harus selalu aku jaga kekokohan tiang penyangganya, sebab apabila langkahku tidak hati-hati maka dengan mudahnya akan membuat aku terjebak ke bagian yang sangat licin dan berkabut, sehingga bisa membuat jiwaku kembali tergelincir ke dasar jurang kesedihan yang disertai hempasan badai kehilangan yang terbentang sangat lebar di bawah jembatan rapuh tersebut.

Aku adalah sosok makhluk tanpa daya yang mau tidak mau, suka tidak suka harus bisa menerima hukum alam dan harus selalu siap menghadapi datangnya keabadian tanpa kawan.

Seiring bertambahnya usia, kucukupkan pencarianku sampai di sini. Kutundukan kepala serta kupanjatkan sebaris doa. Semoga aku selalu diberi kekuatan untuk mampu menggali dan menemukan benih kebahagiaan yang masih tersimpan jauh di dasar hatiku.

Akan aku semai benih tersebut dengan pupuk kebijaksanaan serta aku sirami dengan air ketenangan. Selanjutnya aku tarik ke luar dan aku tebar kebahagiaan yang tentunya bukan semu ini kepada orang-orang terdekat sebagai wujud terima kasihku atas segala pelajaran yang tanpa sadar telah mereka berikan.

Inilah tekadku dalam menapaki kehidupan masa depan yang selalu penuh dengan tantangan yang mungkin akan semakin bertambah tajam. Semoga Aku Bisa! (Jupiter doc/03Aug08)

6 Tanggapan to “Semoga Aku Bisa”

  1. Sinyo said

    Happy birthday 2 u..
    Makan kue bolu..
    Malam Minggu mati lampu..
    Kasian deh elu..

    Yeipiye yeipiye piye piye

  2. Jupiter said

    Happy birthday to me..
    Makan kue ndiri..
    Gembala Sapi juga ndiri..
    Tetangga gw ngiri..

    Cicak-cicak di dindring
    Gemesnya bukan main
    Dateng seekor kambring
    Hush! lalu di giring

  3. si buluk said

    ciee..

    yang ulang tunnn!

    *nglempar jupe pake tepung trigu cap segitiga sama telor asin*

    makan makannnnnnnnnn…

  4. rinaisenja said

    terlambat banged,tapi masih mau terima kan: HAPPY BIRTHDAY!!!

  5. Anonymous said

    Happy ‘telat’ birthday😀

    ~rinaisenja~

  6. Jupiter said

    WADOW!!!
    @buluk, kira2 lah kalo ngelempar. Tepung ama telornye kena muka tetangge, tuwh!

    @Rinai, gak telat kok. km kan ngucapin birth”day” bukan birth”year”, jadi sah2 aja kalo di ucapin tiap minggu. toel apa bentoel?!

    btw, buat temen2 yg dah mampir. Sorry berat ya… Aku lagi sok sibuk neh, jadi belon bisa nyempetin bersih2 gubuk lagi.

    Jabat paling hangat,
    Jupie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: