RENUNGAN JUPITER

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam, di atas batu yang hitam, di malam yang amat kelam.

I LIKE GIRLS

Posted by jupiter pada Januari 20, 2008

I LIKE GIRLS
Oleh : Jupiter

Love is blind! I believe. Ini adalah komentar yang masuk ke inboxku melalui fasilitas FanBox. Aku sempat dibuat tak berkedip ketika melihat id pengirimnya. Dia adalah salah seorang sahabat heteroku yang sudah setengah tahun menghilang. Persahabatan yang telah kami bina selama tujuh tahun, tiba-tiba harus kandas tanpa adanya permasalahan yang jelas.

Satu bulan terakhir sebelum sahabatku itu menghilang. Hampir setiap hari dia datang ke pertapaanku, demi sekedar membagi tangis kepedihnya di pundakku. Kerumitan masalah rumah tangga yang dipikulnya, telah membuat sahabatku yang paling tegar dan terkenal dengan keceriannya ini, menjadi sentimentil.

Masih terngiang dengan sangat jelas di telinggaku. Ketika pada satu sore, dengan terbata-bata dia mengucapkan satu kata perpisahan yang membuat bibirku hanya mampu menganga,

“Dia semakin otoriter! Dia menyuruh aku keluar kerja lagi dan mengancam akan menceraikan aku, kalo berani menemui kamu lagi.” jelasnya lirih.

Perlahan aku menggenggam erat kedua jemari tangannya.

“Dia juga melarang aku berhubungan lagi dengan sahabat-sahabat kita yang lain. Aku benar-benar bingung. Aku sama sekali gak bisa mengerti jalan pikirannya, dia semakin membabi buta!” tambahnya lagi di sela-sela isak tangisnya.

Hampir satu jam, sahabat terbaikku ini menumpahkan air matanya di pundakku. Isak tangisnya membuat lidahku tiba-tiba menjadi kelu, tenggorokanku mengering dan kedua pupil mataku memanas. Hanya dekapan erat serta tepukan lembut di punggung, yang mampu aku bagi di tubuhnya yang tak berhenti menyentakkan kepedihannya itu.

Tiga bulan semenjak kepergian putri bungsunya yang masih balita, ini adalah untuk kedua kalinya aku kehilangan kata-kata. Keperdulianku terhadap masalah rumah tangga mereka. Ternyata telah memberi jalan kepada suaminya, untuk mengkambing hitamkan segala perhatian yang aku berikan, sebagai sumber dari ketidak harmonisan rumah tangga mereka.

Kegagalannya sebagai kepala rumah tangga yang tidak mampu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, telah membuat sifat ego kelelakiannya mencuat serta meledak-ledak tidak jelas. Setiap orang yang dekat dengan keluarga kecilnya, dianggap sebagai ancaman terhadap kesewenang-wenangannya, dalam memperlakukan pasangan hidup serta buah hatinya sendiri. Bagi dia, keluarga kecilnya merupakan milik pribadi yang tidak boleh di sentuh oleh siapapun, termasuk oleh sahabat serta keluarga besarnya sendiri.

Aku sangat perduli pada kebahagiaan sahabatku tersebut, namun sebagai pihak luar, aku tidak mampu berbuat banyak untuk membantu meringankan penderitaannya. Sahabatku ini termasuk perempuan yang sangat menjunjung tinggi arti dari sebuah pernikahan. Meski tertindas dan dengan bercucuran air mata darah, dia tetap berusaha untuk mempertahankan keutuhan benang merah, yang mulai membelenggu serta mencekik harga dirinya sebagai manusia merdeka.

Keesokan harinya sahabat terbaikku itu diboyong paksa oleh suami otoriternya hijrah ke luar kota. Sejak saat itu, aku dan sahabat-sahabat kami yang lain. Secara otomatis langsung kehilangan kontak dengan dia. Semua nomor ponselnya tidak ada yang bisa dihubungi. Saat itu kami betul-betul kehilangan sosok seorang sahabat yang karena kepiawaiannya menyembunyikan semua masalah, selalu kami anggap sebagai Mrs. No Problem. Dan ternyata, kenyataan yang terjadi telah berkata lain.

***
Penuh rasa penasaran, pesan yang merupakan link ke FanBox itu langsung aku klik. Jreng! Pesan itu ternyata memang berasal dari dia. Otakku langsung bekerja, mencoba mencari tahu maksud dari komentar singkatnya itu.

Ketika membuka profile lengkapku, aku jadi kaget sendiri.

Gila! Disana, di kolom yang menanyakan Sexual Preferenceku, aku telah memasukan satu kata yang ternyata secara otomatis telah berubah menjadi satu kalimat yang menjelaskan orientasi seksku. I like girls!

What? Geblek! Bego! Bodoh!, dan seterusnya. Sumpah serapah tak hentinya keluar dari mulutku. Terlebih ketika dua sms masuk. Keduanya menanyakan maksud dari email yang tanpa sengaja telah aku kirim tersebut.

Sambil mencoba menenangkan diri, aku buka kolom fans yang sudah masuk. Dari 12 email add. yang masuk, 3 diantaranya datang dari sahabat hetero yang juga rekan bisnisku, 1 lagi dari adik lelakiku yang tinggal di luar kota, sementara sisanya dari sahabat-sahabat lesbianku. Sesaat aku membayangkan ekspresi wajah mereka ketika membaca Sexual Preferenceku tersebut.

Huahaha… seketika aku menertawakan kebodohanku. Setelah sekian tahun bergelut di dunia maya, untuk pertama kalinya di dalam hidupku, aku benar-benar merasa terjebak. Kecanggihan technology yang telah memancing sifat isengku itu, secara tidak langsung telah membuat aku Coming Out kepada semua email add. sahabat yang tersimpan di gudang kontakku.

Nasi sudah menjadi bubur! Aku pasrah. Yang bisa aku lakukan sekarang ini, secepatnya mengganti Sexual Preferenceku. Sebelum bisa di lihat oleh sahabat-sahabat hetero yang lain, dua saudara kandungku serta dua keponakan yang sedang keranjingan bergaul di dunia maya. Selama masih ada bunda, aku belum sanggup untuk Coming Out secara langsung kepada mereka.

Beberapa menit kemudian, satu question dari sahabat yang hilang tadi masuk ke inboxku; Have you ever been strip searched?

Gubrak!! Fhiuh!!

Untuk selanjutnya aku disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang masuk dari sahabat-sahabat heteroku.

Dan pada akhirnya…
“Kalian benar! Aku adalah seorang PENCINTA WANITA!” (Jupiter doc/Jan08)

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: