RENUNGAN JUPITER

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam, di atas batu yang hitam, di malam yang amat kelam.

Adikku Manis, Adikku Menangis

Posted by jupiter pada Januari 20, 2008

Adikku Manis, Adikku Menangis

Masih jelas dalam ingatan saat kau merengek manja
Meminta untuk dibelikan sekantong gula-gula
Matamu yang bening mulai berkaca-kaca
Saat mama terus menggelengkan kepala

Masih lekat dalam bayangan saat kau berteriak girang
Membuka satu bungkusan yang berisi boneka
Mulutmu yang mungil mulai menari-nari
Saat papa bilang itu kado buat hari jadimu

Sepuluh tahun kemudian ketika usiamu menginjak remaja
Sebuah kejadian tragis merenggut paksa keceriaan di wajahmu
Amarah gelombang samudera menghancurkan setiap hela kehidupan
Mewahnya Kapal pesiar tlah hantar papa,mamamu pada kedamaiaan

Bagai dihantam palu godam dari belakang
Tubuh indahmu tersungkur ke dalam lorong ketiadaan
Hitam pekatnya kehidupan telah tenggelamkan masa remajamu
Tak ada lagi rengek manja, hilang sudah tawa riang
Ganasnya alam hantarkanmu ke jurang kehampaan

(Jupiter poems collection)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: