RENUNGAN JUPITER

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam, di atas batu yang hitam, di malam yang amat kelam.

Ketika Penat Menyapa

Posted by jupiter pada Januari 18, 2008

Ketika Penat Menyapa

Apa sebetulnya yang terjadi pada diriku
Begitu penatnya jiwaku kali ini
Kucoba tuk tenangkan pikirku
Namun galaunya hati tak kenal kompromi

Entah harus berapa lama lagi waktu yang mesti kubuang
Tuk sekedar mencari tahu apa yang menjadi mauku
Bilakah kan ada yang bisa mendengar jeritan hatiku?

Tiga jam sudah kuhabiskan waktuku
Tanpa sepatah katapun sanggup kugoreskan
Ingin rasanya aku berteriak hingga serak
Tuk sekedar lepaskan penat di jiwaku

Andai masih bisa…..
Ingin rasanya aku merintih,menangis bahkan menjerit
Tuk bebaskan sukmaku dari jeruji pengap yang tak pernah lekang
Mencengkram,menghujam hingga buat luka dihatiku meradang

(Jupiter poems collection)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: