RENUNGAN JUPITER

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam, di atas batu yang hitam, di malam yang amat kelam.

The Golden Age of Classical Myths – Part. 4

Posted by jupiter pada Januari 1, 2008

Apollo and Diana (Artemis)

Apollo dan Diana adalah putra-putri kembar dari Jupiter dan Latona, putri Coeus dan Phoebe. Apollo adalah dewa terang dan musik serta pelindung para gembala dan peramal, sedangkan Diana adalah dewi malam purnama dan perburuan.

Kisah kelahiran Apollo dan Diana adalah sebagai berikut:

Latona yang menjadi korban kecemburuan Juno harus berkelana sampai ke ujung dunia untuk menghindari kejaran monster Python, yang dikirim Juno, dalam keadaan hamil tua. Berbagai tempat yang telah disinggahinya seperti Lesbos, Attica, dan Chios menolak kehadirannya karena takut akan murka Juno.

Sampai akhirnya, tibalah Latona di sebuah pulau terapung yang bernama Delos. Dia kemudian memohon agar diizinkan melahirkan bayinya di pulau tersebut. Begitu Latona selesai mengucapkan permohonannya, Jupiter atau Neptune mengirimkan rantai berlian untuk mengikat pulau tersebut pada dasar samudra. Segera para peri penghuni pulau tersebut membantu persalinan Latona.

Sembilan hari sembilan malam lamanya Latona menderita kesakitan dalam persalinannya. Pada fajar hari kesepuluh lahirlah dua bayi dari rahimnya, Apollo dan Diana. Pada hari ketiga setelah kelahiran mereka, Apollo dan Diana telah tumbuh menjadi pemuda yang cakap dan gadis yang cantik.

Apollo mendatangi Python yang telah mengancam ibunya di Gunung Parnassus kemudian membunuhnya dengan busur dan panah emasnya.

Jupiter gembira menyaksikan keperkasaan putranya. Dia mengangkat Apollo dan Diana ke Olympus dan menjadikan keduanya dewa-dewi penghuni Olympus dengan memberi mereka Ambrosia dan Nectar.

Apollo dilukiskan sebagai pria muda yang tampan berambut keemasan. Dia menjadi dewa terang dan musik serta pelindung para gembala dan peramal. Tempat-tempat yang dianggap suci baginya adalah Delos, tempatnya dilahirkan dan Delphi di mana terdapat orakel yang menyingkap keputusan-keputusan dewata lewat pendeta wanitanya yang disebut pythia atau sibyl. Meskipun begitu kadang-kadang dia sering pergi mengunjungi ibunya yang berdiam di Negeri Hyperborea.

Sebagai dewa yang rupawan, Apollo memiliki banyak kekasih, baik pria (yang terkenal adalah Hyacynthus yang tewas saat berlatih melempar cakram bersama Apollo akibat kecemburuan Favonius yang juga mencintainya, kemudian oleh Apollo tubuhnya diubah menjadi bunga hyacynth) maupun wanita, namun demikian pernah pula dia mengalami kekecewaan ditolak oleh wanita yang dia cintai. Di antara mereka adalah: Daphne, Marpessa, dan Cassandra.

Kisah cinta Apollo pada Daphne yang tak kesampaian adalah sebagai berikut:

Pada suatu hari Apollo sedang berlatih memanah di lereng Gunung Parnassus. Tiba-tiba Cupid, putra Venus, datang dan ikut-ikutan membidikkan panahnya ke sasaran panah Apollo. Apollo menjadi gusar dan mengusirnya. Merasa terhina Cupid kemudian berniat membalas Apollo. Ditunggunya kesempatan untuk mempermainkan Apollo tiba.

Ketika itu Daphne, putri dewa Sungai Peneus, sedang memetik bunga bersama dayang-dayangnya di tempat Apollo berlatih. Melihat hal tersebut Cupid segera membidikkan panah penimbul cintanya pada Apollo yang seketika itu jatuh hati pada Daphne. Sedangkan pada diri Daphne Cupid membidikkan panah penolak cinta, sehingga dia justru ketakutan melihat Apollo.

Daphne berlari menghindari Apollo yang bermaksud mendekatinya. Semakin Apollo berusaha, semakin kencang pula Daphne berlari. Sampai akhirnya, tibalah dia di tepian sungai dan memohon pada ayahnya agar menyembunyikannya dari pandangan Apollo. Peneus kemudian mengubah putrinya menjadi sebatang pohon, yang kini dikenal sebagai pohon laurel atau pohon salam.

Ketika Apollo sampai ke tempat itu, dia tidak menjumpai Daphne. Hanya dijumpainya sebatang pohon laurel berdiri dengan kokoh di tempatnya. Apollo yakin bahwa pohon itu adalah penjelmaan pujaan hatinya yang telah menolak cintanya. Hatinya berduka, namun dia tetap tidak dapat menepis rasa cintanya pada Daphne. Dipetiknya beberapa ranting pohon tersebut dan dirangkai daun-daunnya menjadi mahkota yang kemudian dikenakan di atas kepalanya. Sejak saat itu Apollo selalu tampak mengenakan mahkota dari rangkaian daun laurel untuk mengenang cinta pertama yang gagal diraihnya. Karena Apollo adalah dewa musik, maka penghargaan atas prestasi dalam bidang seni di zaman dahulu, seringkali berupa mahkota dari rangkaian daun laurel.

Apollo mempunyai beberapa orang putra, namun yang paling terkenal adalah Aesculapius, putranya dari Peri Coronis, yang menjadi dewa kedokteran. Konon Aesculapius bahkan mampu membangkitkan orang dari kematian, sehingga Pluto mengadukan hal ini pada Jupiter, karena jumlah jiwa-jiwa di Hades semakin berkurang. Jupiter murka mendengar pengaduan tersebut, sehingga mengirim Aesculapius ke Hades. Namun meski telah berada di Hades, Aesculapius tetap dapat menolong orang-orang yang membutuhkannya. Maka orang memujanya sebagai dewa kedokteran bersama istrinya, Meditrina, dewi pengobatan, dan kedua orang putri mereka, yaitu Hygea, dewi kebersihan, dan Panacea, dewi penyembuhan.

Figur Kristus sebagai Gembala Baik dalam seni Kristen, awalnya diilhami oleh Apollo pelindung para penggembala. Diana, saudari kembar Apollo, dilukiskan sebagai gadis cantik memakai gaun pendek, dan menyandang busur serta panah di punggungnya.

Ketika bersama saudaranya diangkat ke Olympus oleh Jupiter, Diana memohon kepada Jupiter agar diizinkan tetap perawan. Hal tersebut disebabkan karena dia adalah dewi yang sangat angkuh dan keras hati. Dia menganggap tak seorang pria pun yang sepadan dengan dirinya. Meskipun begitu dia menyayangi pemuda Hippolytus, karena pemuda tersebut mencintai kuda dan perburuan sama seperti dirinya.

Sebagai seorang dewi yang angkuh, dia tak pernah membiarkan makhluk fana manapun yang menghina dirinya serta dewa-dewi lainnya tak terhukum. Dialah yang membunuh putra-putra raksasa Aloeus, karena mereka sesumbar akan menculik dirinya. Dialah yang mengutuk Acteon, cucu Raja Cadmus dari Thebes, menjadi rusa, yang kemudian mati dicabik-cabik anjing pemburunya sendiri, hanya karena tanpa sengaja melihatnya mandi. Diana jugalah yang bersama Apollo membunuh putra-putri Ratu Niobe dari Thebes, karena sang ratu telah mengatakan sesuatu yang melukai hati Latona.

Meskipun demikian banyak kota yang disucikan baginya, yang penduduknya memujanya sebagai dewi kesuburan, di antaranya Ephesus (Kisah Para Rasul 19:20-41) dan Tauris.

Dalam perburuannya dia selalu disertai oleh peri-peri jelita sebagai pengiringnya, di antara mereka adalah Hyale, Nephele, Crocale, Echo, dan Callisto. Echo kemudian dikutuknya untuk selalu mengulang kata-kata terakhir yang didengarnya, karena Echo telah membocorkan rahasia pada hewan-hewan di hutan, bahwa Diana akan berburu keesokan harinya. Sedangkan Callisto diusirnya karena didapatinya hamil oleh Jupiter. Hal tersebut menimbulkan murka Juno, sehingga Juno mengutuk Callisto dan putranya, Arcas, menjadi beruang. Kemudian Jupiter menempatkan mereka di angkasa menjadi rasi bintang Ursa Mayor dan Ursa Minor (Beruang Besar dan Beruang Kecil).

Kijang dan beruang adalah hewan favorit Diana. Oleh sebab itu dia pernah berselisih dengan Hercules saat Hercules bermaksud menangkap Kijang Cerinea yang menjadi kesayangannya, serta menghukum penduduk Vavron dengan wabah karena membunuh beruang peliharaannya. (Jupiter doc.)

to be continued…

The Greek names of the classical deities:
Jupiter: Zeus
Juno: Hera
Minerva: Pallas Athena
Mars: Ares
Venus: Aphrodite
Vulcan: Hephaestus
Mercury: Hermes
Diana: Artemis
Latona: Leto
Aesculapius: Asclepius
Meditrina: Epione
Juventus: Ivy/Hebe
Lucina: Eileithyia
Ceres: Demeter
Vesta: Hestia
Neptune: Poseidon
Pluto/Dis: Hades
Proserpine: Persephone/Kore
Mors: Thanatos
Somnus: Hypnos
Morpheus: Oneiros
Cupid: Eros
Hermione: Harmonia
Discordia: Eris
Sol: Helios
Luna: Selene
Aurora: Eos
Lucifer: Phosphor
Vesper: Hesperus
Bacchus: Dionysus
Saturn: Chronos
Cybele: Rhea
Caelus: Uranus
Terra/Tellus: Gaia/Gea
Amor: Agape
Dia: Emera
Justitia: Themis
Pax: Irene
Victoria: Nike
Fortis: Bia
Fury: Eumenides/Erinnies
Parcae/Fata: Moirae
Grace: Charites
Felicitas/Fortuna: Tyche
Ver: Thallo (Tunas)
Aestas: Auxo (Tumbuh)
Autumna: Karpo (Masak)
Hyem: Chionia (Salju)
Aquilo: Boreas
Favonius: Zephyr
Eurus: Argestes
Auster: Notus
Catamite: Ganymede
Hercules: Heracles/Alcides
Arianna: Ariadne

(Sumber:Forum KG/Legenda Dewa&Dewi Yunani/Hansel/Jupiter doc/Jan/08)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: