RENUNGAN JUPITER

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam, di atas batu yang hitam, di malam yang amat kelam.

Hening

Posted by jupiter pada Desember 22, 2007

Hening
Saturday, December 22, 2007
Oleh: Jupiter

Kala malam, tiada berbintang, tampak redup cahaya rembulan
Hening sunyi sangat mencekam, desir angin pun tanpa suara
Kutermenung menatap alam, kepasrahan semakin dalam
Jagat raya dan seisinya, lukisan segala kuasa (*)

Dalam senyap kupejam mata, mencoba meresapi merdunya suara jagat semesta. Dentuman-dentuman kecil sang ombak yang menghantam kokohnya batu karang, disertai sentuhan lembut angin laut pada lapisan teratas kulit tubuh, seakan meninabobokan jiwaku. Begitu damai, begitu sentosa.

Rasa penat yang akhir-akhir ini tidak pernah berhenti menyelimuti galaunya hatiku perlahan memudar, berganti dengan satu rasa tenteram yang melenakan. Suguhan keindahan alam oleh Sang Pencipta terpampang di depanku. Keindahan tepian samudera yang sanggup mematahkan jeruji pengap yang menghimpit napasku.

Di tengah suara alam nan syahdu, terdengar musik hip hop menyentuh gendang telinga. Aku membuka kelopak mata, perlahan-lahan. Setelah mencari asal suara, aku yakin suara itu tidak berasal dari pantai ini. Iramanya timbul tenggelam, seakan-akan berirama dengan suara deburan ombak yang tengah kunikmati.

Dengan enggan, aku menebar pandangan ke sekitar. Di tengah samudera, kulihat ada satu titik kecil yang semakin lama semakin membesar. Dengan dibantu teropong kepunyaanku, aku mengamati benda di tengah lautan.

Wow.

Sebuah kapal besar, pastinya kapal pesiar.

Semakin lama kapal pesiar itu nampak semakin besar. Sekarang aku yakin dari mana datangnya sumber suara yang mengusik ketenanganku tadi. Irama music hip hop yang dibawa oleh sang bayu tadi, ternyata berasal dari kapal pesiar megah tersebut. Mereka mungkin sedang mengadakan sebuah pesta, pesta yang tentunya di ramaikan dengan gelak tawa dan senyum bahagia.

Ada rasa miris di dalam diri, ketika membayangkan kemeriahan pesta tersebut.

Aku pernah merasakan kemeriahan di beberapa pesta. Di tengah kemeriahan, penat selalu disulap menjadi tawa, tawa yang membahana. Tawa yang sebagian besar keluar dari kepura-puraan. Tawa yang memabukkan sehingga lupa pada kenyataan yang sebenarnya timpang. Tawa yang selalu diakhiri dengan sedu sedan karena tercampakkan oleh teman-teman, yang sebagian besar ternyata jelmaan dari ular berkepala dua dan serigala berbulu domba. Tawa yang selalu berganti dengan seringai yang mengerikan. Seringai kemenangan karena bisa mematahkan pertahanan lawan. Pertahanan yang berlandaskan kepercayaan yang telah diberikan. Kepercayaan yang selalu berakhir dengan penyesalan yang sangat menyakitkan.

Sampai disini, aku berhenti mengamati kapal pesiar yang tengah berpesta. Kenangan pahit itu membuat sesak nafasku lagi.

Perlahan kubaringkan kembali tubuhku di atas hamparan pasir yang bersahabat. Aku menengadahkan kepala. Keindahan matahari yang merosot ke barat telah memukau penglihatanku. Bagai panggung keajaiban, Sang Pencipta benar-benar mempersembahkan yang terindah, memenuhi seluruh hatiku dengan ampuh. Dalam sekejap, rasa damai itu kembali penuhi sukmaku.

Seandainya saat ini riak-riak kecil ombak itu tiba-tiba berubah menjadi badai tsunami, sedikitpun aku tidak akan mencoba menghindar. Kurelakan tubuh yang lemah ini menjadi santapan badai ganas tersebut.

Harapanku cuma satu, aku ingin menyatu dengan alam dan menjadi bagian dari riak kecil ombak yang selalu bersahabat dengan batu karang. Batu karang yang sangat kokoh, yang tidak mudah patah walau dihantam oleh ribuan badai.

Dan semua ini semakin kurasa
Sebagai nikmat yang telah Kauberikan
Takkan kulangkahkan kakiku lagi
Tanpa bimbinganmu Tuhan (*)

@Jupiter, SepociKopi, 2007
(*) Lirik lagu Hening, dinyanyikan oleh Chrisye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: