RENUNGAN JUPITER

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam, di atas batu yang hitam, di malam yang amat kelam.

Ganasnya Virus Sensi

Posted by jupiter pada Desember 3, 2007

Ganasnya Virus Sensi
Oleh : Jupiter

Sensi ini kembali menguasai hatiku, bagai virus kanker ganas, tanpa disadari virus yang berisi rangkaian sel ego ini perlahan tapi pasti mulai berkembang biak dan melumpuhkan organ-organ penting dalam tubuh, yang berisi harapan juga semangat hidupku. Entah berawal darimana sensi ini datang, aku tak pernah sanggup menemukan penangkalnya.

Setiap sensi itu datang, kestabilan diri tidak dapat dikendalikan. Sedikit saja ada kata-kata ataupun sikap yang kurang berkenan di hati, aliran darahku tiba-tiba terasa memanas, jantung berdegup kencang, nafas tersumbat dan kepala memberat. Untuk selanjutnya aliran deras di mata ini tidak lagi dapat aku tahan.

Pada sebagian besar perempuan, sensi yang datangnya satu bulan sekali mungkin dianggap wajar. Namun yang terjadi pada diri ini, sensi sudah tidak lagi bisa dianggap wajar. Karena dia terlalu kerap datangnya. Dalam satu minggu, sensi bisa tiga kali menyapa dan kemudian menguasai hatiku.

Pernah pada satu pagi, disaat rindu membuncah di hati ini. Kucoba menuliskan beberapa pesan singkat kepada kekasih. Pesan yang kutulis benar-benar merupakan cerminan kerinduanku pada kekasih yang setiap malam menjelang, tidak pernah bisa tersalurkan, sehubungan dengan kondisi kekasih yang memang sudah tidak sendiri lagi.

Sambil menunggu sang waktu yang tinggal beberapa menit lagi bisa mempertemukan kami dalam satu obrolan yang hangat. Pagi itu kami mulai berbalas sms. Sampai akhirnya waktu yang berpihak pada kami itu datang.

“Dia sudah pergi, sayang,” kata kekasih memberitahukan keberadaan sang empu malam yang sudah melakukan aktivitas rutinnya kembali.

Seketika hati ini langsung berbunga-bunga. Kurebahkan tubuh yang sudah mulai dikuasai si raja kantuk ini, dan bersiap untuk mencurahkan segala kerinduan dengan kekasih. “Asyiiik… berarti kita sudah bisa bermesraan lagi, dong?!”

“Sebentar ya, cinta… si kecil lagi rewel neh. Dia ngamuk minta keluar, aku coba bujuk dia dulu, ya?” jawaban kekasih seketika mematikan semangatku. Dalam hitungan menit, kerinduan yang sudah kutahan semalaman, tiba-tiba berubah menjadi satu virus yang menyesakkan saluran nafasku. Laksana bara api ungun yang tiba-tiba diporak-porandakan oleh badai, begitulah yang kurasakan. Untuk kesekian kalinya buncahan kerinduanku merasa di reject.

Setelah menuliskan pesan singkat yang menyatakan kekecewaanku, untuk selanjutnya aku mematikan ponsel.

Dalam suasana hati yang sudah kecewa, aku sama sekali tidak ingin membuat suasana pagi itu bertambah kacau, dengan obrolan yang sudah pasti akan dipenuhi oleh virus ego yang mulai menguasai diri.

Sesungguhnya aku mengerti keadaan yang tengah di hadapi oleh kekasih. Dan sebetulnya juga, aku sangat perduli dengan kondisi si kecil. Namun entah mengapa, pagi itu kerewelan si kecil terasa begitu menyiksa hatiku. Sempitnya waktu yang dimiliki kekasih untukku, terasa tidak seimbang dengan api kerinduan yang semakin hari semakin membara di dalam diri.

Masa depan. Dalam satu obrolan yang hangat, aku pernah menanyakan hal ini kepada kekasih.

“Say, kira-kira berapa tahun lagi waktu yang harus aku habiskan dalam kesepian ini?” seperti biasa, kekasih tidak pernah bisa menjawab pertanyaanku yang satu ini. Setelah hening sejenak, kekasih langsung mengalihkan topik obrolan kami. Dengan malas, akhirnya aku harus melayani topik obrolan yang menjadi tidak bergairah itu. Dan untuk yang kesekian kalinya, aku harus menelan kembali pertanyaan yang selalu berputar dalam benakku itu.

Ah… seandainya sang waktu bisa diprediksi, mungkin virus sensi ini tidak pernah punya kesempatan untuk menguasai hatiku. Dan rangkaian sel ego dalam diri bisa aku patahkan dengan semangatku dalam mempersiapkan masa depan kami nanti. Entah sampai kapan kami bisa bertahan dalam hubungan yang selalu dipenuhi oleh virus sensi ini. (Jupiter doc/Des07)

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: