Kunikmati yang hari ini terjadi
Ditulis oleh jupiter di/pada Januari 17, 2009
Hati, pikiran dan penerimaan diri
(Kunikmati yang hari ini terjadi)
Hatiku, apa sebetulnya yang terjadi?
mengapa hati ini menjadi semakin beku?
beberapa sosok hilir mudik dan mencoba mampir
aku meraba hati, tak bergeming dan tetap saja dingin
aku melangkah ke depan cermin besar di satu sudut kamar
kutatap dan kuraba bibirku, bibir ini sudah tidak sama lagi
kulihat ada sebaris senyum tapi ini bukan senyumku yang dulu
hati dan senyumku hambar dan tidak lagi tersentuh kehangatan
Dulu aku tidak seperti ini, tidak kaku dan tak mudah beku
setiap kali sentuhan dan dekap hangat aku rasa dan aku terima
mudah sekali hati ini berbunga dan melambung hingga ke nirwana
curiga serta perasangka sama sekali tidak pernah menyentuh hatiku
dulu aku selalu percaya pada apa yang pertama aku rasa dan aku lihat
aku selalu percaya selama hatiku masih bisa percaya, tulus dan terbuka
selama itu pula aku yakin akan mendapatkan timbal balik yang sama
dulu aku selalu yakin perasaaan dan penglihatanku tidak pernah salah
Tapi itu dulu, ketika rasa kecewa baru menyentuh beberapa ruang
kini virus kecewa sudah hampir menempati seluruh ruang di pikiran
aku merasa ada sesuatu yang berubah, hatiku tidak lagi sehangat dulu
meski sering aku tepis namun sepertinya hatiku sudah mulai terinfeksi
aku sudah tidak percaya lagi pada segala perasaan dan penglihatanku
akh… apakah memang harus seperti ini yang dinamakan perubahan?
hatiku yang dulu selalu percaya pada siapa saja yang menyapa
kini selalu curiga dan waspada pada tiap orang yang datang
Benarkah semua rasa ini merupakan cermin dari trauma?
sudah demikian traumanya kah hatiku pada sebuah ketulusan?
perjuanganku untuk bisa selalu berpikiran positif pada semua orang
sepertinya sudah sirna, menguap dan mulai menghilang dari dalam diri
aku sadar apa yang aku rasa ini sangat salah dan sama sekali tidak benar
ini adalah jelmaan dari penyakit hati yang selalu aku hindari dan aku takuti
kini penyakit yang awalnya hanya menggerogoti pikiran ini mulai menyebar
mewabah dan menjangkiti satu persatu ruang jernih yang tersisa di hati
Apa yang bisa aku lakukan untuk menepis dan mengusirnya?
sudah aneka pil dan tablet antibody aku teguk dan aku kunyah
mulai dari segala pencerahan dan motivasi yang selalu aku baca
menyediakan waktu untuk menyepi, merenung dan introspeksi diri
menjernihkan pikiran dengan beragam nasihat yang mampir ke telinga
semuanya seakan menjadi sia-sia, hanya sesaat sanggup menepisnya
disaat berikutnya seperti biasa, aku selalu kembali terdampar di sini
terdampar di satu ruang yang membuat hatiku beku dan membatu
Sejujurnya aku tidak mau berubah apabila harus seperti ini
hati kecilku berontak dan menolak pada perubahan yang terjadi
aku benar-benar merasa asing dan tidak lagi mengenal diriku sendiri
tetapi mengapa di satu sisi terkadang aku merasa lebih baik seperti ini
dengan tidak mudah percaya berarti aku tidak akan mudah lagi terluka
dengan tidak menggunakan hati berarti aku tidak akan pernah tersakiti
dengan membangkitkan rasa benci berarti aku akan bisa mudah melupakan
bilakah setiap perubahan harus selalu melewati proses asing seperti ini?
Entahlah! Aku sendiri tidak mengerti apa yang sedang terjadi
saat ini hati dan pikiranku sama sekali tidak bisa berkompromi
mungkin ini merupakan satu proses dari sebuah penerimaan diri
untuk dapat melupakan segala perasaan sakit yang pernah terjadi
untuk bisa meresapi dan menikmati apa yang sedang menghampiri
untuk mampu menepis segala mimpi yang belum tentu akan terjadi
sepertinya kalimat-kalimat pencerahan tersebut sederhana sekali
namun ternyata sangat sulit merealisasikannya ke dalam diri
Satu yang pasti, aku harus selalu percaya pada takdir
seberapapun kuatnya aku berjuang dan berusaha
apabila takdirku memang tidak mengizinkan
selamanya aku tetap akan terus seperti ini
garis hidupku mungkin sedikit lebih rumit
dari garis hidup saudara-saudaraku sendiri
tetapi aku yakin dari semua yang terjadi
selalu ada hikmah yang bisa aku petik
hari ini kembali bebanku bisa keluar
hari ini hatiku kembali merasa damai
hari ini pikiranku sudah beranjak tenang
hari ini kembali kutemukan pencerahan
hari ini aku mendapatkan perenungan
hari ini sementara masalahku teratasi
tapi hari ini tak akan pernah berubah
tetap hanya akan menjadi hari ini
Seperti yang aku rasakan kemarin
esok hari aku tidak bisa memprediksi
perasaan seperti apa yang akan mampir
untuk itu aku akan terus belajar tidak peduli
berusaha keras untuk tidak lagi memikirkan
apa yang sudah terlewati dan akan terjadi
semoga selamanya aku bisa terus begini
menikmati hanya yang hari ini terjadi






