RENUNGAN JUPITER

Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam, di atas batu yang hitam, di malam yang amat kelam.

Catatan Seorang Perokok

Ditulis oleh jupiter di/pada Juni 13, 2008

CORETAN ASAL
(Catatan Seorang Perokok)

Membaca cerita sista Bening yang mengulas tentang kegundahan serta beragam usahanya dalam menghadapi partner tersayangnya yang sudah terkena candu rokok. Aku jadi terinsipirasi untuk berbagi cerita yang aku dapat dua tahun silam dari seorang sahabat yang bertajuk,

“Sampurna Family Edition”

Selamat pagi kawan-kawanku para perokok sejati! Bagaimana anda memulai hari? Apakah anda sudah memeriksa persediaan ‘amunisi’ untuk hari ini? Kalau di Indonesia mungkin anda cukup datang ke tukang rokok terdekat yang nyaris dijamin bakal ada dalam jarak radius 50 sampai 100 meter dari tempat anda berdiri, sediakan uang yang tidak lebih dari sepuluh ribu perak dan.

“Filter sebungkus, mas.. ” atau kalau lagi tanggal tua, “..filter setengah, mas.. “. Atau kalau tanggal sudah benar- benar uzur, “.. mas, filter tiga batang..eh, dua aja deh.. “. Beres !! Ahh betapa indahnya dunia. Itu kalau di Indonesia..

Kalau di Singapura lain punya cerita. Anda harus jalan agak jauh, tak jarang harus naik bis, MRT atau Taxi ke 7 Eleven, atau Esso Station atau supermarket terdekat. Jangan lupa siapkan uang sekitar 5 sampai 7 kali lipat dari yang harus anda siapkan di Indonesia, lalu.. .

“Sampurna red family edition, please.. “

Rokok? Family edition? Yap! Percaya atau tidak beginilah cara beberapa perokok di sini membeli persediaan ‘amunisi’ mereka.

Ya negara paling makmur, paling aman dan paling bersih di kawasan serantau ini makin tidak ramah saja kepada para perokok. Rokok hanya dijual di tempat-tempat tertentu. Hampir tiap tahun harganya pun terus meroket. Sebungkus Sampurna Mild sekarang sudah 9 dolar atau sekitar 45 ribu rupiah.

Merokok pun hanya bisa dilakukan di tempat-tempat tertentu, bahkan di banyak kantor, tempat merokok ditandai dengan garis berwarna kuning yang di cat di atas lantai, persis seperti tempat parkir mobil.

Dan seolah semua itu belum cukup, sejak beberapa bulan ke belakang muncul kebijakan baru yang mewajibkan semua jenis kotak rokok dipasangi gambar-gambar yang memperlihatkan bahaya merokok.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Coretanku | Tidak ada komentar »

Pusaran Waktu

Ditulis oleh jupiter di/pada Juni 12, 2008

KISAH PERJALANAN
(Pusaran Waktu)

Sore itu matahari tertutup awan kelabu tebal namun udara di permukaan laut terasa sangat panas. Kent memandang laut tidak berkedip, sinar sang surya yang siap tenggelam membuat air laut kemerahan. Di pelupuk matanya tergambar silih berganti kisah masa lalu serta harapan masa depan yang mulai berubah samar.

Sesaat kemudian ia menggelengkan kepala berungkali, “Tidak! Aku tidak boleh seperti ini terus. Segala perbedaan yang aku rasakan ini, sudah waktunya aku cukupkan sampai di sini. Tiga tamparan sudah cukup untuk aku jadikan sebagai pelajaran, bahwa apa yang selama ini aku cari memang tidak ada di sini.”

Perlahan Kent memandang berkeliling, di kejauhan terlihat beberapa pulau bertebaran di permukaan laut namun ia tidak lagi dapat melihat perahu yang tadi ditumpanginya. “Tanpa perahu tadi, aku tidak akan pernah bisa kembali melihat keindahan pulau-pulau itu.” Gumam Kent pelan sambil mengusap tengkuknya yang mulai dibanjiri oleh keringat dingin.

“Sepertinya aku sudah terjebak di pulau tak berpenghuni ini. Apa yang harus aku lakukan?” Kent berpikir keras. Setelah memandang hamparan langit yang mulai berubah kelam, akhirnya ia memutuskan untuk mencoba masuk ke dalam pulau yang terdiri dari gunung, bukit dan bebatuan tersebut. “Mudah-mudahan di dalam sana aku bisa menemukan tempat untuk sekedar melepaskan lelah, sampai akhirnya aku bisa kembali melanjutkan perjalanan singkatku ini.”

Angin bertiup sepoi-sepoi basah, kawanan burung laut terbang melintas di atas kepalanya. Kent berjalan dengan gontai mencoba menembus lebatnya hutan, ia tak memperhatikan lagi ke mana tujuannya sampai akhirnya tiba di satu tempat yang jarang didatangi manusia, suasana di tempat tersebut terasa sangat mencekam.

Tenaganya yang sudah terkuras membuat pandangannya mulai berkunang-kunang, sehingga ia tidak lagi sanggup menahan keseimbangan tubuhnya ketika salah satu kakinya tersandung di bebatuan yang menonjol di tepi jurang. Tak ampun lagi Kent jatuh terperosok ke dalam jurang, menggelinding ke bawah membentur semak belukar, mengait ranting-ranting pepohonan rendah.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Coretanku | Tidak ada komentar »

Tawaran Yang Lucu

Ditulis oleh jupiter di/pada Juni 9, 2008

KISAH HARIANKU
(Tawaran Yang Lucu)


Entah mengapa malam ini hatiku rasanya ingin tertawa terus.

Bukan! Bukan tertawa karena aku sedang memenangkan sebuah undian dalam jumlah milyaran rupiah, seperti yang selama ini menjadi ajang promosi hampir semua perusahaan multinasional.

Bukan pula karena bagian sensitif dari tubuhku sedang dikelitik oleh banyak sahabat yang selama ini selalu jadi sasaran keisenganku.

Bukan-bukan! bukan karena semua itu!.

Aku tertawa dan merasa geli yang seolah tidak ada habisnya ini, karena satu hal yang sebetulnya tidak sepantasnya untuk aku tertawakan.

Ok! Agar tidak bertele-tele dan untuk mengurangi basa-basi yang sebetulnya paling aku benci, aku ceritakan saja penyebab dari rasa geliku tersebut. Ceritanya begini;

Hampir setiap hari, setiap menit dan bahkan setiap detik, setiap lepas maghrib. Bunda selalu menghawatirkan beragam benda yang dianggap sebagai harta kekayaannya yang masih tertinggal di luar rumah. Kekuatirannya yang berlebihan ini, seolah sudah menjadi alarm otomatis yang selalu bersenandung di telinggaku.

“Sepeda si dede belum di masukan. Sepatu sama sandal juga masih di luar semua. Jangan lupa pintu pagarnya dikunci. Bla…bla…bla…!”

Ketika aku tengah sibuk merapikan semua tetek bengek yang sebetulnya tidak begitu perlu, karena kondisi di lingkungan tempat tinggal kami sebetulnya selalu aman terkendali ini. Tiba-tiba satu suara berat mampir di telingaku.

“Hei, apa kabar? Tumben ada di sini? Lagi ngapain? Kapan datang? Kok nggak pernah kelihatan?”

Mendengar pertanyaan beruntun yang seperti rangkaian gerbong kereta di stasiun tempat bermainku waktu remaja dulu itu, seketika aku langsung menghentikan segala kegiatan yang hampir satu tahun ini sudah berubah menjadi rutinitas harianku.

Aku menoleh ke arah datangnya suara yang ternyata berasal dari salah satu teman main laki-lakiku di masa remaja dulu.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Coretanku | Tidak ada komentar »

Mengapa Dewa Jupiter?

Ditulis oleh jupiter di/pada Juni 7, 2008

RENUNGAN JUPITER
(Mengapa Dewa Jupiter?)

Beberapa hari yang lalu, ketika ada kesempatan “japri” pertama. seorang sahabat maya pernah mengajukan pertanyaan kepadaku,

“Kenapa sih kamu bisa pakai “id” seberat itu (Dewa Jupiter). Emang kamu pemuja Dewa, ya?”

Sebetulnya ini bukan pertanyaan baru. Setiap ada kesempatan “japri” pertama, baik itu melalui fasilitas chat, email maupun telepon, hampir semua sahabat maya mengajukan pertanyaan seperti itu. Biasanya aku hanya menanggapinya dengan asal dan setengah jujur. (Kalau sepenuhnya jujur, takutnya yang nanya mata-matanya mafia)

“Dewa adalah nama panggilan nyataku, sementara Jupiter adalah nama jalan tempat aku dibesarkan. So, Dewa Jupiter di sini sama sekali nggak ada hubungannya dengan sosok mythos yang maha besar itu. Satu lagi, kata teman-teman nyataku, aku ini muslim KTP.”

“Apa? Muslim KTP? Apa maksudnya, tuh?”

“Maksudnya dalam menjalankan ibadah, aku ini orangnya kadang-kadang. Kalo lagi bener, aku bisa lebih rajin dari orang yang biasanya paling rajin. Tapi kalo moodnya lagi gak bener, jangan coba-coba, deh. Biarpun Ulama yang negur, aku pasti nggak bakalan denger.”

“Hahaha, bisa aja kamu. Aku gak nyangka, ternyata kamu yang di tulisan dengan kamu aslinya kok bisa beda banget, ya?”

“Bedanya?”

“Kalo yang aku bayangkan lewat tulisan-tulisanmu. Kamu tuh orangnya pendiam cenderung pemurung, terus kesannya butuh banget uluran tangan orang lain. Tapi kok aslinya malah kebalikannya sih, ngocol, iseng dan pede banget. Jujur, aku benar-benar surprise, loh!”

Hmm, ini juga bukan pernyataan yang pertama kali aku dengar. Hampir semua sahabat maya setelah mengenal karakter asliku, pasti mempunyai pandangan yang sama. Sebagian besar tulisanku sama sekali tidak mencerminkan karakter diriku yang sesungguhnya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Coretanku | 11 Komentar »